Damainya Sijuk, Belitung.

Pertama kali melakukan perjalanan seorang diri atau nama kerennya “Solo Trip” merupakan pengalaman baru bagi saya. Melakukan perjalanan ini ngga susah-susah banget bagi saya, mungkin karena destinasi yang saya pilih adalah Kepulauan Bangka Belitung. Kenapa? Ini cerita saya mengenai perjalanan saya selama 6 hari dari 20 – 25 Februari 2018 di sana. Begini ceritanya …

Senin malam (19 Februari 2018) itu saya niat tidak tidur sampai sekitar jam 02:00 WIB dini hari karena pulang ke rumah sudah cukup malam sekitar pukul 22:30 WIB, belum packing juga dan sebagainya. Akhirnya setelah packing, mandi dan charging semua perangkat elektronik, saya pun menghabiskan malam dengan laptop tapi akhirnya ketiduran juga wkwkwk, untungnya alarm terbaik berhasil membangunkan diri ini, suara Mama. Memang ngga bisa saya gak tidur sama sekali haha.

Sekitar pukul 02:30 WIB saya berangkat dari rumah menuju Cibinong City Mall dimana pool bus damri terdekat dari rumah saya dengan niat naik damri yang berangkat pukul 03:00 WIB. Alhamdulillah, masih ada bus damri yang standby untuk keberangkatan pukul 03:00 WIB. Waktu tiba bus damri dari CCM sampai bandara CGK terminal 2F tempat keberangkatan pesawat Sriwijaya itu sekitar pukul 04:30 WIB.

Sesampainya di bandara, saya segera melakukan proses check-in dan sebagainya. Ada satu hal yang perlu diperhatikan saat membawa tripod, jika tripod bisa dimasukan ke tas maka tripod boleh dimasukan ke kabin pesawat namun, jika tidak bisa masuk ke tas ransel walaupun punya tas tripod sendiri kemungkinan besar tripod tidak boleh dimasukan ke kabin pesawat. Ini penjelasan dari pihak avsec di bandara CGK ketika saya ingin membawa tripod ke kabin pesawat. Akhirnya saya harus balik lagi ke counter check-in untuk memasukan tripod saya ke bagasi. Hitung-hitung olahraga pagi ya, lari-lari kecil. Anyway, Tripod yang saya bawa itu Fotopro S3 dengan tasnya.

Oh ya, saya memakai maskapai Sriwijaya Air untuk keberangkatan dari Jakarta ke Tanjung Pandan (Belitung). Tiket dibeli lewat tiket.com pada tanggal 27 Januari 2018 dengan harga Rp. 346.594 (tidak PP). Jadwal take off yang tadinya pukul 06:20 WIB dimajukan 20 menit menjadi pukul 06:00 WIB, pemberitahuan ini diberitahu H-1 keberangkatan.

Snack untuk Sarapan dari Sriwijaya Air

Perjalanan selama kurang lebih 1 jam dari Jakarta sampai Tanjung Pandan ini menjadi salah satu penerbangan dengan view terbaik bagi saya. These are why

View Sebelum Take Off

Terbang di Atas Awan

Lautan Awan

Itulah keuntungan penerbangan pagi, mempunyai kesempatan lebih besar untuk mendapatkan view terbaik saat terbang bagi saya.

Setelah mendarat di Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin Tanjung Pandan, Belitung sekitar pukul 07:15 saya langsung menhubungi Pak Anggit salah satu pemilik jasa sewa motor di Belitung yang sudah saya hubungi sebelumnya untuk sewa motor selama di belitung ini dari tanggal 20 – 23 Februari 2018. Saya meminta untuk diantarkan motornya ke bandara.

Bertemulah saya dengan salah satu karyawannya Pak Anggit yaitu Bang Dede yang mengantarkan motor matic Mio 125 untuk saya pakai selama di Belitung. Setelah serah terima motor dan jaminan identitas saya, saya siap untuk menjelajahi Belitung selama kurang lebih 4 hari. Harga sewa motor dari tanggal 20 – 23 Februari 2018 adalah Rp. 300.000 sudah termasuk jasa antar-jemput motor di Bandara maupun di Pelabuhan. Sedikit ulasan saya mengenai jasa Pak Anggit, saya merekomendasikan anda yang ingin sewa motor selama di Belitung ke Pak Anggit karena kondisi motornya bagus dan pelayanannya juga oke. Informasi kontak Pak Anggit ada di akhir artikel ini.

Begini penampakan motornya

Destinasi pertama saya setelah meninggalkan bandara adalah ke loket penjualan tiket kapal Express Bahari di Pelabuhan Tanjung Pandan dikarenakan saya akan mengunjungi Pulau Bangka di hari Jum’at 23 Februari 2018 via laut. Dengan bermodalkan Google Maps kemana-mana saya langsung menuju pelabuhan tersebut.

Setelah sampai dan tanya-tanya ke petugas di pelabuhan ternyata loketnya tutup hari Selasa karena loket penjualan tiket hanya dibuka saat ada jadwal operasi kapal laut. Jadwal keberangkatan kapal Express Bahari dari Belitung bisa dilihat di website resminya di http://express-bahari.com/ .

Akhirnya saya langsung menuju agen Express Bahari yang tadi sempat saya lewati di pinggir jalan untuk membeli tiket kapal dari Tanjung Pandan ke Pangkal Pinang (Bangka). Alhamdulillah tiket bisa dibeli untuk keberangkatan hari Jum’at. Setelah membayar tiket seharga Rp. 182.000 saya langsung mendapatkan invoice tiket untuk ditukarkan boarding pass pada hari H keberangkatan.

Lokasi Agen Express Bahari Tanjung Pandan

Wujud Invoice-nya

Selesai urusan pemesanan tiket Express Bahari, saya melanjutkan perjalanan menuju Sijuk dulu karena besok harinya saya sudah merencanakan untuk melakukan Island Hopping dari Pantai Tanjung Kelayang. Sijuk merupakan kecamatan di Belitung yang mempunyai banyak objek wisata pantai dengan lautnya yang biru dan pasirnya yang putih. Suasana lalu lintas di Belitung ini sangaaatt sepi begitu pun di kota Tanjung Pandan-nya sendiri. Santai banget pokoknya di sana.

Di Sijuk saya menginap di Homestay Belitung milik Bang Padli yang sudah saya pesan melalui booking.com selama 3 hari 2 malam. Saat itu saya bisa early check-in di sekitar jam 10:00 WIB setelah konfirmasi sebelumnya.

Sedikit ulasan saya mengenai Homestay Belitung Bang Padli, kondisi kamarnya sangat persis seperti gambar di alamat ini https://www.booking.com/hotel/id/homestay-belitung.en-gb.html . Free teh, kopi, air putih selama menginap, menyediakan sarapan dan juga saya dimasakan makan malam waktu itu. Menu makanan yang saya makan selama menginap di Homestay Belitung Bang Padli adalah Nasi Goreng, Nasi Ayam Kecap, Soto Ayam Belitung dan Mie Belitung.

Lokasinya sangat strategis, dekat dengan pantai, masjid, warung makan, warung biasa, tempat jual bensin eceran. Saya rekomendasikan untuk anda yang ingin menginap hemat di wilayah Sijuk, harga 2 malam di Homestay Belitung adalah RpĀ 354,000. Mereka juga mempunyai kapal sendiri sehingga menyediakan juga penyewaan kapal untuk Island Hopping.

Setelah check-in, saya bongkar muatan tas dan tidur dulu sampai jam 13:30 WIB, kemudian saya mulai keliling di sekitar Homestay. Destinasi pertama yaitu Pantai Batu Banyak yang ngga sampai 5 menit dari Homestay sudah sampai. Kesan pertama di pantai ini, gila baguss banget, pasir putih, air jernih, sepi dan cukup luas. Walaupun lensa kamera saya kotor, tetap tidak mengurangi kecantikan pantai ini.

Suasana Siang Hari di Pantai Batu Banyak

Selanjutnya saya pergi ke Pantai Tanjung Kelayang tempat keberangkatan untuk Island Hopping esok hari, di sini belum foto-foto jadi tunggu artikel berikutnya ya tentang Pantai Tanjung Kelayang dan destinasi Island Hopping. Kemudian dilanjutkan dengan pencarian warung padang untuk makan siang dan sampai jg di Warung Padang Tiga Putri di daerah Sijuk sekitar Jl. Sekolah. Harga 1 porsi Nasi Padang dengan Ayam Goreng Rp. 15.000.

Selesai makan sudah lumayan sore sekitar pukul 16:00 WIB, selanjutnya menuju Pantai Tanjung Tinggi untuk menikmati sore di sana. Oh ya, di Belitung ini mencari masjid di sekitar cukup banyak ya. Jadi buat anda yang ingin melakukan perjalanan di Belitung tenang saja untuk mencari tempat sholat karena cukup mudah.

Suasana di Pinggir Jalan Raya Sijuk

Sesampainya di Pantai Tanjung Tinggi langsung parkir motor dan dilanjutkan jalan kaki ke wilayah pantai. Pantai yang pernah dijadikan lokasi Syuting film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi ini mempunyai banyak batu granit berbagai ukuran yang menjadikan salah satu ciri dari pantai ini. Sayangnya saat saya sampai di sana, kondisi langit sedang tidak cerah, sehingga penampakan matahari terbenam tidak terlihat jelas.

Suasana Sore di Pantai Tanjung Tinggi

Karena ngga ada penampakan matahari terbenam di sana maka, saya melanjutkan perjalanan pulang ke Homestay dengan perasaan tenang dan senang. Namun dalam perjalanan pulang saya sempat turun dari motor dan mendapatkan sedikit suasana sunset yang ada di Pantai pinggir jalan raya (ngga tau nama pantainya apa haha) untuk menutup perjalanan hari pertama di Belitung ini.

Kesan saya di Sijuk ini damai banget, dekat pantai, keadaanya aman di sana, ngga ada macet jauh dari keramaian kota, jauh dari polusi kendaraan juga dan sinyal XL 4G stabil di sebagian besar wilayah Belitug. Itu membuat saya betah berada di sana.

Sayangnya malam-malam di Sijuk tidak ada Milkyway, awan mendung menyelimuti malam-malam saya selama bermalam di Sijuk. Semoga di kesempatan berikutnya berjodoh dengan Milkyway Sijuk. Sampai di sini dulu cerita hari pertama di Sijuk, Belitung dan sampai jumpa di cerita hari ke-2. Byee …

Suasana penutup hari pertama di Belitung


Fun Fact: Di sekitar kota Tanjung Pandan dan Sijuk hampir di setiap persimpangan jalan ada petunjuk lokasi-lokasi penting yang mungkin jadi tujuan anda. Contohnya seperti ini :


Catatan :

  • Kontak Pak Anggit (Penyewaan Motor Belitung) : +62 817-116-693
  • Kontak Bang Padli (Homestay Belitung) : +62 819-4912-0114
  • Tidak ada biaya masuk ke pantai-pantai yang saya kunjungi hari itu.
  • Ringkasan Destinasi Hari ke-1 : Agen Tiket Express Bahari, Homestay Belitung, Pantai Batu Banyak, Pantai Tanjung Kelayang, Pantai Tanjung Tinggi.

Catatan Keuangan Hari Ke-1 :

  • Damri dari CCM – CGK Terimal 2F = Rp. 55.000
  • DP Sewa Motor = Rp. 150.000 (Sudah dibayar sebelumnya)
  • Bensin Premium Eceran 1 liter = Rp. 7500
  • Nasi Padang dengan Ayam Goreng = Rp. 15.000
  • Tiket Express Bahari Belitung – Bangka = Rp. 182.000
  • TOTAL = Rp. 409.500

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.